MEMBANGUN LITERASI DIGITAL MELALUI GELITA (GERAKAN LITERASI DIGITAL)
Pengelolaan program yang berdampak
pada murid merupakan salah satu modul pada pendidikan guru penggerak. Salah
satu tujuan dari modul ini adalah Calon Guru Penggerak mampu mengidentifiksi
program yang berdampak pada murid. Program sekolah yang berdampak pada murid
adalah program sekolah yang dibuat berdasarkan analisis kebutuhan murid,
sehingga murid dapat mengembangkan potensinya dengan optimal. Dalam menyusun
program yang berdampak pada murid, terlebih dahulu dilakukan pemetaan aset yang
dimiliki sekolah, yang termasuk didalamnya yaitu modal manusia, modal sosial,
modal fisik, modal lingkungan, modal finansial, modal politik, serta modal
agama dan budaya. Pemetaan tersebut menggunakan pendekatan berbasis aset.
Pendekatan berbasis aset merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal
positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir,
kita diajak memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi,
yang menjadi kekuatan ataupun menjadi potensi positif. Dengan menggunakan
pendekatan berbasis asset dan fokus mewujudkan program sekolah yang berdampak
pada murid, penulis merancang ide program Kelompok Belajar GELITA (Gerakan
Literasi Digital). Awalnya literasi hanya merujuk pada kemampuan untuk membaca
dan menulis teks serta kemampuan untuk memaknai (UNESCO, 2005:148), namun saat
ini konsep literasi ini terus berkembang dan terbagi ke dalam beberapa bentuk
literasi, salah satunya yakni literasi digital. Silverblatt
(dalam Tamburaka 2013:12) memaparkan pentingnya literasi digital di era transformasi digital,
yang salah satunya adalah mewujudkan generasi dengan pengetahuan dan kecakapan
dalam memanfaatkan media digital. Gilster dalam A’yuni (2015:7) menjelaskan
literasi digital atau disebut juga dengan literasi informasi digital merupakan
kemampuan seseorang untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai
sumber melalui kumputer yang terkoneksi dengan internet. Gilster menjelaskan
bahwa konsep literasi lebih 2 ditekankan pada proses berfikir kritis ketika
berhadapan dengan media digital. Literasi digital menjadi sebuah solusi untuk membentuk kemampuan murid dalam
berpikir secara logis, analisis, kritis,
imajinatif, inovatif, kreatif, dan juga effisien. Dengan mewujudkan program
literasi digital dapat dijadikan suatu alternatif untuk menciptakan iklim
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dengan menggunakan sumber digital
yang tentunya akan menarik minat murid.
Kelompok belajar GELITA (Gerakan
Literasi Digital) merupakan salah satu ide program yang penulis ajukan pada
acara Lokakarya 7 Pendidikan Guru Penggerak. Lokakarya 7 merupakan acara panen
hasil belajar Calon Guru Penggerak Angkatan 2 Kabupaten Tabanan, yang
diselenggarakan pada hari Sabtu, 13 November 2021 di Aston Hotel Denpasar.
Acara tersebut dihadiri beberapa undangan termasuk Kepala Dinas, Kepala Bidang,
Pengawas, Kepala Sekolah, Komunitas dan lainnya. Dalam acara Lokakarya 7,
selain memamerkan hasil belajar CGP selama 7 bulan, kami juga mengajukan
beberapa ide program yang kami tempelkan pada stand khusus ide program, stand
ini bertujuan untuk menarik undangan khususnya komunitas untuk mensponsori atau
memberi bantuan terhadap ide program yang kami rencanakan.
GELITA yang merupakan kependekan
dari Gerakan Literasi Digital, ternyata menarik perhatian Bapak I Gst Putu
Ngurah Darma Utama, Ap., M.Si, yang saat itu merupakan hari ketiga beliau
menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan. Setelah
penulis menjelaskan pentingnya literasi digital di era transformasi digital.
Beliau menyambut baik ide program tersebut, dan bersedia membantu untuk membackup sarana dan prasarana yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan program.
Setelah percakapan penulis bersama
Bapak Kepala Dinas Pendidikan, Selanjutnya penulis mengajukan proposal bantuan,
sesuai dengan permintaan beliau. Penulis mengajukan proposal bantuan ke Dinas
Pendidikan Tabanan. Berselang satu hari setelah penulis mengumpulkan proposal
bantuan, penulis dihubungi oleh Bapak I Made Wardika selaku team
leader/supervisor bisnis Hoki Bank. Beliau merupakan pihak sponsor yang
bekerjasama dengan Bapak Kepala Dinas Pendidikan untuk memberikan bantuan
sarana prasarana untuk pelaksanaan kelompok belajar GELITA. Luar biasa, proses
yang amat cepat, merupakan hasil kolaborasi
Bapak Kepala Dinas Pendidikan dengan
Ibu Ni Luh Gede Sri Yuliani, SH., MH selaku Kepala Bidang Pembinaan
Ketenagaan, serta Hoki bank selaku pihak sponsor.
Kelompok Belajar GELITA (Gerakan
Literasi Digital) menitik beratkan pada pentingnya literasi digital di sekolah.
Budaya literasi erat kaitannya dengan pendidikan. Dengan meningkatkan kemampuan
literasi maka dapat meningkatkan wawasan sekaligus prestasi murid. Pada era
Pandemi Covid, kita dihadapkan pada proses pembelajaran yang berbeda,
pembelajaran dengan memanfaatkan digital. Literasi
digital oleh Schuldermann dalam Iriantara (2009: 39) disinilah diperlukan literasi digital, agar
murid dapat memanfaatkan teknologi digital tidak hanya sebagai hiburan namun
dapat memanfaatkan dengan bijak untuk menunjang pembelajaran. Dalam pandangan
Brian Wright di internet banyak sekali berisi konten-konten seperti gambar atau
video yang bersifat menghibur. Oleh karenanya, dengan mengaksesnya bisa
berpengaruh terhadap kebahagian seorang. Literasi digital dapat diartikan
sebagai keahlian dalam memanfaatkan teknologi digital dan sistem dalam hal
komunikasi untuk melakukan penelusuran, mengatur, menghubungkan, menelaah dan
menilai informasi, dan juga dapat menciptakan sesuatu hal yang baru. Literasi
digital sangat penting di Sekolah Dasar karena murid sekolah dasar di era
digital ini, diharuskan untuk menguasai teknologi digital. Dengan konidisi
Sekolah Dasar yang mayoritas ketersediaan sarana prasarana TIK kurang memadai,
selama ini kondisi ini dianggap suatu kewajaran untuk tidak melatih murid
memanfaatkan teknologi. Namun dengan adanya Asesmen Nasional Berbasis Komputer
(ANBK) secara serentak di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, keadaan ini
mendorong Sekolah Dasar untuk keluar dari zona nyaman tersebut. Dengan sarana
prasarana yang kurang memadai, murid harus mampu memanfaatkan teknologi agar
mampu mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer dengan optimal. Kondisi
sarana dan prasarana IT yang kurang memadai tidak membuat kami patah semangat,
dengan koordinasi kepala sekolah dengan rekan guru, untuk sementara Program
GELITA dilaksanakan dengan menggunakan laptop pribadi guru yang dipinjamkan
secara suka rela agar program dapat terlaksana walaupun dengan sarana IT yang
sifatnya masih terbatas.
Apresiasi yang luar biasa dari Bapak
Kepala Dinas Pendidikan, Ibu Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Hoki Bank.
1 unit laptop sebagai sarana pelaksanaan program kelompok belajar GELITA. Bapak
Kepala Dinas dan Ibu Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan berpesan agar tidak
hanyut dalam keterbatasan. Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi murid
demi meningkatkan mutu pendidikan. Bantuan 1 unit laptop ini sebagai langkah
awal, agar program-program serupa diharapkan menjamur di lingkungan pendidikan
Kabupaten Tabanan.
GELITA menyambut literasi digital di sekolah. Harapan
penulis sejalan dengan harapan Bapak Kepala Dinas Pendidikan serta Ibu Kepala
Bidang Pembinaan Ketenagaan, semoga dengan perjalanan inspiratif ini dapat
menjadi katalis bagi Bapak/Ibu guru untuk tergerak, bergerak dan menggerakkan,
untuk melaksanakan program yang berpihak pada murid, sehingga dapat mewujudkan
profil pelajar pancasila. Salam guru penggerak, Salam merdeka belajar.
Daftar Pustaka
A’yuni Qory. (2015). Literasi Digital Di Kota Surabaya.
Universitas Airlangga Surabaya.
Iriantara, Y. (2009). Literasi Media. Bandung: Simbiosa
Rekatama Media.
Tamburaka, Apriadi. Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak
Media Massa. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
UNESCO. Education for All: Literacy
for Life. 2005, diakses dalam http://www.uis.unesco.org/Library/Documents/gmr06-en.pdf.
Wright, Brian. 2015. Top 10 Benefits
of Digital Skills: http//webpercent.com/top-10- benefits-of-digital-skills/,
diakses taanggal 5 Oktober 2018.
Biodata Penulis
|
|
|
|
Nama |
Ni Wayan Yulastiningtiyas,S.Pd |
|
NIP |
199303192019032027 |
|
Unit Kerja |
SD Negeri 3 Tengkudak |
|
Blog |
buguruwayan.blogspot.com |
|
Youtube Chanel |
Bu Guru Wayan |
|
|
Calon Guru Penggerak Angkatan 2
Kabupaten Tabanan |
Komentar
Posting Komentar