1.4 Rancangan Aksi Nyata-Budaya Positif Bersahabat dengan Sampah Plastik

 

Judul Modul             : 1.4 Rancangan Aksi Nyata

Nama Peserta         : Ni Wayan Yulastiningtiyas,S.Pd



Budaya Positif Bersahabat dengan Sampah Plastik

 

1.  Latar Belakang

Untuk mewujudkan pembelajaran yang kondusif, kenyamanan merupakan aspek yang sangat berpengaruh, dengan lingkungan belajar yang nyaman maka proses pembelajaran juga akan menjadi nyaman. Untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman maka langkah pertama yang harus kita ambil adalah menyelesaikan permasalahan sampah, terutama sampah plastik yang punya dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang. Dampak sampah plastik jangka pendek yaitu sampah plastik yang menumpuk di tempat pembuangan sampah tentunya membuat polusi udara, Selain baunya yang tidak sedap, sampah plastik bisa mencemari udara melalui pembakaran terbuka. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah kerusakan air dan tanah, saat bahan kimianya meresap ke tanah dan berinteraksi dengan air, kualitas air akan ikut tercemar. Tanah akan terkontaminasi bahan kimia sehingga air tanah juga rentan mengandung racun berbahaya.

            Murid adalah tunas-tunas kecil yang kita rawat tumbuhnya sehingga kelak akan menjadi masyarakat suatu bangsa, jadi untuk mewujudkan budaya positif bagi bangsa, sebagai guru, kita dapat memulainya dengan menumbuhkan budaya positif pada murid. Untuk mewujudkan manusia yang memiliki empati terhadap lingkungan maka guru harus menitipkan budaya-budaya positif mulai sejak dini kepada murid.

            Edukasi tentang sampah terbilang minim di sekolah. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, maka lingkungan tersebut harus bebas dari sampah.Namun bagaimana cara supaya lingkungan terbebas dari sampah?, setelah dimasukan ke tempat sampah, bagaimana cara agar sampah tersebut tidak mencemari lingkungan?, bagaimana cara memusnahkan sampah plastik yang waktu penguraiannya sangat lama?. Hal tersebut melatarbelakangi rancangan aksi nyata yang akan saya laksanakan di SD Negeri 3 Tengkudak. Dengan melaksanakan budaya positif bersahabat dengan sampah plastik, semoga dapat menumbuhkan kepribadian murid yang empati terhadap lingkungan, serta mewujudkan murid yang mandiri mengolah sampahnya dan berakhlak mulia terkait menjaga hubungan baik dengan lingkungan, yang sejalan dengan visi mewujudkan murid mandiri dan berakhlak mulia.

2.    Tujuan

Mewujudkan budaya positif bersahabat dengan sampah plastik dengan cara:

  1. Menumbuhkan empati murid terhadap lingkungan bebas sampah plastik
  2. Murid mampu melaksanakan 3 R (Reduce, Reuse, Recycle) sederhana secara konsisten.
  3. Murid menjadi penggerak dalam mewujudkan lingkungan bebas sampah plastik di sekolah dan di rumah.

 

3. Tolak ukur

Murid dapat melaksanakan reduce, reuse, recycle terhadap sampah plastik di lingkungannya.


4. Linimasa Tindakan yang Dilakukan

  1. Tanya jawab guru dan murid terkait harapan lingkungan sekolah yang ingin diwujudkan (nyaman bebas sampah plastik)
  2. Mengumpulkan solusi bijak terhadap sampah plastik dengan melaksanakan reduse, reuse, recycle.
  3. Edukasi lebih lanjut terkait reduse, reuse, recycle.
  4. Membuat kesepakatan untuk mewujudkan harapan lingkungan sekolah yang ingin diwujudkan (nyaman bebas sampah plastik)

     Mengganti botol minum dan bungkus makanan sekali pakai dengan botol minum dan kotak makan yang bisa berkali-kali pakai (reduce)

     Memanfaatkan kembali sampah plastik sebagai produk yang berguna (reuse)

     Daur ulang sampah plastik (recycle)

  1. Murid memilah dan mengumpulkan sampah plastik di lingkungannya.
  2. Murid melaksanakan reduse, reuse, recycle terhadap sampah plastik yang dimiliki.
  3. Murid mendokumentasikan aksinya tersebut dan mengunggah di media sosial agar dapat menginspirasi lebih banyak orang.

Dukungan yang Dibutuhkan

            Dalam melakukan budaya positif bersahabat dengan sampah plastik, dukungan dari seluruh stake holder pendidikan sangat diperlukan. Terutama dukungan dari kepala sekolah dan rekan sejawat untuk melaksanakan budaya positif di kelasnya masing-masing. Dukungan orang tua dalam membimbing dan memotivasi murid dalam melaksanakan budaya positif.

            Cara untuk mendapatkan dukungan tersebut adalah komunikasi yang efektif dan kolaborasi.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prakarsa Perubahan dengan ATAP

Rancangan Aksi Nyata Modul 3.3