REFLEKSI TERBIMBING-BUDAYA POSITIF
Semangat pagi, semoga kita selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Perkenalkan nama saya Ni Wayan Yulastiningtiyas,S.Pd, calon guru penggerak angkatan 2 kabupaten Tabanan. Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk sharing refleksi terbimbing budaya positif yang akan saya sajikan dalam bentuk menjawab beberapa pertanyaan pada LMS PPGP.
Saya akan memulai dengan menjawab pertanyaan pertama, apa kekuatan dan kelemahan saya dalam menerapkan budaya positif di sekolah/kelas?. Nah tentunya kekuatan yang saya miliki adalah peran guru penggerak yaitu mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada guru. Selain itu, saya juga memiliki modal awal posisi kontrol guru yaitu guru menjadi manajer dalam interaksi dengan murid di kelas dengan tindakan bertanya dan membuat kesepakatan, selalu beranjak dari harapan anak, kemudian mencari solusi untuk memperbaiki, pola perilaku yang muncul adalah disiplin dari dalam diri dan motivasi yang berkembang adalah motivasi intrinsik. Sedangkan kelemahan saya dalam menerapkan budaya positif di kelas/sekolah adalah terkadang saya memberi toleransi atas tindakan murid yang menyimpang dari kesepakatan kelas. Dalam hal ini biasanya saya terpengaruh oleh alasan murid dan pada akhirnya saya mentolerir perbuatan murid, selain itu saya sering kesulitan untuk menerapkan strategi dalam mengembangkan budaya positif yang dapat menjangkau semua murid tanpa terkecuali.
Selanjutnya, apa perubahan yang akan saya lakukan untuk dapat menerapkan budaya positif di sekolah/kelas?. Tentunya untuk mewujudkan budaya positif di kelas/sekolah, perubahan merupakan komponen yang memegang peranan penting, dalam mewujudkan budaya positif di kelas/sekolah perubahan yang harus saya lakukan adalah meningkatkan disiplin diri, sepakat untuk berkomitmen mewujudkan budaya positif bersama warga sekolah, bersama stake holder sepakat menjadi tauladan bagi murid, saling memotivasi untuk melestarikan budaya positif sekolah, berdiskusi terkait kelas impian bersama siwa di setiap awal semester, kemudian membuat kesepakatan terkait budaya positif yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan kelas impian.
Apa langkah pertama yangingin saya lakukan untuk menerapkan budaya positif di kelas/sekolah?. Tentunya langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat kesepakatan kelas berlandaskan visi sekolah guna membangun budaya positif. Visi sekolah dalam mewujudkan budaya positif adalah mewujudkan murid mandiri dan berakhlak mulia. Beranjak dari visi tersebut, langkah pertama saya adalah menuju kelas kemudian membuat kesepakatan kelas, yang diawali dengan survei kelas, tanya pendapat murid terkait harapan, kemudian tanya harapan kelas impian murid, ambil kesimpulan cara mewujudkan kelas impian, ubah simpulan menjadi kesepakatan kelas, membangun komitmen menjalankan kesepakatan kelas dan refleksi.
Siapa pihak yang dapat saya libatkan dalam merancang dan pembentukan budaya positif? Tentu saja kepala sekolah, guru dan staff, serta murid dan orang tua murid. Melibatkan akan membentuk rasa memiliki dan tanggungjawab yang muncul dari dalam diri. sehingga budaya positif dapat dilaksanakan dengan motivasi intrinsik masing-masing pihak.
Terimakasih telah menyimak artikel yang saya buat untuk memenuhi tugas refleksi terbimbing budaya positif PPGP. Terimakasih saya ucapkan kepada ibu Restu sebagai fasilitator atas bimbingan ibu dalam penyusunan tugas ini.
Media presentasi tugas berupa video dapat disimak dengan klik tautan dibawah ini
https://youtu.be/sWU1tSbvndE dan tolong subscribe youtube chanel bu guru wayan.
Sangat menginspirasi sekali ibu guru wayan. Terimakasih pembelajarannya...
BalasHapusTerimakasih, smoga bermanfaat.
Hapus