1.4.a.9 Koneksi Antar Materi - Budaya Positif

 1.4.a.9 Koneksi Antar Materi - Budaya Positif

Oleh: Ni Wayan Yulastiningtiyas,S.Pd                                 Fasilitator : Sri Restu Wahyuningsih



Mind mapping di atas bisa di unduh pada tautan berikut https://drive.google.com/file/d/103zXLDK9GhK7Rq4njU7ywjo0scI6Debs/view?usp=sharing

        Guru penggerak sebagai agen perubahan untuk mewujudkan budaya positif minimal di kelas. Guru penggerak harus memiliki peran dan nilai guru penggerak dalam mewujudkan penerapan budaya positif secara holistik di sekolah. Salah satunya dengan nilai kolaboratif, seorang guru penggerak yang telah mewujudkan budaya positif di kelasnya, akan berkolaborasi dengan rekan sejawat untuk mewujudkan budaya positif di kelas lain, hingga akhirnya berkolaborasi dengan seluruh stake holder pendidikan di sekolah untuk mewujudkan budaya positif di sekolah. Ini menunjukan bahwa budaya positif tidak berdiri sendiri, namun saling berkaitan dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara, nilai dan peran guru penggerak serta Inkuiri Apresiatif. 

        Penerapan budaya positif dalam kegiatan belajar mengajar dalam wujud penerapan disiplin positif yang bersumber pada kesepakatan kelas yang didalamnya terdapat hal-hal positif yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kelas impian yang relevan dengan usaha mewujudkan visi murid. 

        Untuk mewujudkan budaya positif di kelas maupun sekolah, seorang guru penggerak haruslah terlebih dahulu memiliki budaya positif tersebut di dalam dirinya sendiri. Seorang guru penggerak wajib terlebih dahulu menerapkan disiplin positif yang nantinya akan ditauladani oleh seluruh stake holder pendidikan di sekolah.     

        Dengan menjadi tauladan penerapan budaya positif, ini adalah modal awal untuk menularkan kebiasaan baik kepada guru lain dalam membangun budaya positif di sekolah. Contohnya, bila saya ingin mewujudkan budaya 5S2TM di kelas/sekolah, maka terlebih dahulu saya harus membiasakan penerapan pembiasaan budaya 5S2TM. Setelah buadaya tersebut membawa dampak positif kepada saya, barulah akhirnya saya bisa menuralkan kepada orang lain. Untuk diterima baik dalam berkolaborasi maka saya harus terlebih dahulu mendukung dan menbuka diri untuk berkolaborasi dengan rekan guru. 

        Guru penggerak dalam mewujudkan perubahan holistic, tidak hanya melakukan pergerakan dan perubahan di kelasnya namun juga di kelas lainnya, sehinggan nantinya akan meluas dan menjadi budaya positif sekolah. Untuk bisa menumbuhkan budaya positif di kelas menjadi budaya positif sekolah maka kita harus beranjak dari usaha mewujudkan visi sekolah sehingga akan menjadi relevan.

   




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prakarsa Perubahan dengan ATAP

Rancangan Aksi Nyata Modul 3.3